laporan kimia tentang DAYA HANTAR LISTRIK DALAM LARUTAN

Standar

DAYA HANTAR LISTRIK DALAM LARUTAN

DI SUSUN OLEH :

  1. makhrus ali

Smk N 2 tuban


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya kami dapat menyelesaikan pembuatan laporan “ DAYA HANTAR LISTRIK DALAM LARUTAN”.

Tujuan pembuatan laporan ini untuk mengetahui apakah larutan yang di uji mempunyai sifat daya hantar listrik atau tidak.

Kami menyadari sepenuhnya dalam pembuatan laporan ini massih jauh dari kesempurnaan . karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang kamio miliki ,namun kami berusaha untuk menyelesaikan laporan ini dengan sebaik-baiknya .

Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan penelitian ini.

tegal sari, . . . agustus 2011

Penyusun

Daftar Isi

Judul …………………………………………………………………………………………………………………… i

Kata pengantar……………………………………………………………………………………………………..ii

Daftar isi ……………………………………………………………………………………..………………………iii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………. 1

  1. Latar belakang……………………………………………………………………………………….1
  2. Tujuan …………………………………………………………………………………………………..1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………….………………………….2

  1. Dasar teori…………………………………………………………………………………………….2

BAB III METODE PENELITIAN…………………………………………………………………………………3

  1. Waktu dan tempat…………………………………………………………………………………3
  2. Alat dan bahan ……………………………………………………………………………………..3
  3. Langkah kerja ……………………………………………………………………………………….3

BAB IV HASIL PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………4

  1. Data penelitian ……………………………………………………………………………………..4
  2. Pembahasan …………………………………………………………………………………………4

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………………………………….5

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………………………………5
  2. Saran……………………………………………………………………………………………………..5

BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………..6

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar belakang masalah

Dari pembuatan laporan ini kami ingin mengetahui apakah larutan yang di uji mempunyai sifat daya hantar listrik.

  1. Tujuan

Mengamati sifat daya hantar listrik pada larutan yang di uji.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  1. Dasar teori

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.
Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan.
Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh
Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
HCl(aq)→ H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e-

Larutan elektrolit terbagi menjadi 2 macam, yaitu elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah

Larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna). Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.

Contoh larutan elektrolit kuat :
NaCl(s) → Na+ (aq) + Cl- (aq)

Asam, contohnya asam sulfat (H2SO4), asam nitrat (HNO3), asam klorida (HCl). Basa, contohnya natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), barium hidroksida (Ba(OH)2). Garam, hampir semua senyawa kecuali garam merkuri

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak semua terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik).

Contoh :
CH3COOH(aq) ↔ CH3COO- (aq) + H+ (aq)

Contoh senyawa yang termasuk elektrolit lemah :

CH3COOH, HCOOH, HF, H2CO3, dan NH4OH
Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa yang mempunyai ikatan kovalen polar)Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan

arus listrik dan tidak menimbulkan gelembung gas. Pada larutan non elektrolit, molekul-molekulnya tidak terionisasi dalam larutan, sehingga tidak ada ion yang bermuatanyang dapat menghantarkan arus listrik.

Contoh : larutan gula, urea

Penyebab Larutan Elektrolit dapat Menghantarkan Listrik

Sebagai contoh larutan elektrolit adalah HCl….Larutan HCl di dalam air mengurai menjadi kation (H+) dan anion (Cl-). Terjadinya hantaran listrik pada larutan HCl disebabkan ion H+ menangkap elektron pada katoda dengan membebaskan gas Hidrogen (H2). Sedangkan ion-ion Cl- melepaskan elektron pada anoda dengan menghasilkan gas klorin (Cl2).

Perhatikan gambar berikut.

Cara Menentukan Kekuatan Larutan Elektrolit

kekuatan larutan elektroit ditentukan oleh beberapa faktor :

  • Jenis larutan elektrolit, tentu saja elektrolit kuat dalam konsentrasi yang sama atau hampir sama mempunyai kekuatan jauh lebih besar jika dibanding larutan nonelektrolit. Sebab dalam larutan non elektrolit lemah hanya sebagian kecil larutan yang terurai menjadi ion2nya (misal dengan derajat dissosiasi = 0,00001 berarti yang terurai hanya  0,001% dari total konsentrasinya) sedangkan larutan elektrolit kuat hampir semuanya terurai (100% dari konsentrasi terurai)

  •  Kadar/Konsentrasinya, bila sama jenisnya (sama2 elektrolit lemah atau sama2 elektrolit kuat) kekuatan larutan elektrolit ditentukan oleh konsentrasinya…semakin besar konsentrasi maka semakin besar kekuatannya. karena semakin banyak yang mengion.

  • Jumlah ion yang terbentuk per molekul, konsentrasi larutan bukan satu2nya faktor yang mempengaruhi kekuatan larutan elektrolit….jumlah ion yang terbentuk per molekul pun juga punya pengaruh. sebagai contoh coba kalian perhatikan reaksi penguraian KCl dan CaCl2 pada contoh penguraian sebelumnya….dalam reaksi tersebut tiap satu molekul KCl menghasilkan 2 ion yaitu  satu ion K+ dan satu ion Cl- sedangkan dalam reaksi penguraian CaCl2 menghasilkan satu ion Ca+ dan dua ion Cl-….sehingga total Kcl menghasilkan 2 ion dan CaCl menghasilkan 3 ion.

BAB III METODE PENELITIAN

  1. Waktu Dan Tempat

Waktu : senin, 15 agustus 2011

Jam 11.15 – 12.30

Tempat : laboratorium IPA

  1. Alat Dan Bahan

Alat : gelas kimia, electrode karbon, baterai, dan bola lampu.

Bahan : air jeruk, H2SO4, HCl, alcohol, NaOH, KOH,air garam.

  1. Langkah kkerja

1). Susunlah alat uji elektrolit

2). Masukkan 100 ml air suling ke dalam gelas kimia

3). Celupkan electrode ke dalam air suling tersebut dengan jarak cukup

lebar dan amati nyala lampu serta gelembung gas yang terjadi di sekitar

electrode.

BAB IV HASIL PEMBAHASAN

  1. Data penelitian

NO

LARUTAN

NYALA LAMPU

GELEMBUNG

TERANG

REDUP

TIDAK NYALA

1

Air Jeruk

-

-

2

H2SO4

-

-

3

HCl

-

-

4

Alkohol

-

-

-

5

NaOH

-

-

6

KOH

-

-

7

Air Garam

-

-

  1. Pembahasan

Dari penelitian yang kami lakukan kami mendapatkan :

  1. Air jeruk merupakan larutan elektrolit lemah.

  2. H2SO4 merupakan larutan elektrolit kuat.

  3. HClmerupakan larutan elektrolit kuat.

  4. Alkohol merupakan larutan elektrolit lemah.

  5. NaOH merupakan larutan elektrolit kuat.

  6. KOH merupakan larutan elektrolit kuat.

  7. Air Garam merupakan larutan elektrolit kuat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Dari penelitian yang kami lakukan , dapat disimpulkan bahwa:

Larutan elektrolit di bagi menjadi 2 yaitu larutan elektrolit lemah,,dan larutan elektrolit kuat.

Larutan air jeruk dan alcohol merupakan contoh dari larutan elektrolit lemah.

Sedangkan larutan H2SO4, HCl, NaOH, KOH, dan air garam merupakan contoh dari larutan elektrolit kuat.

  1. Saran

Kritik dan saran yang mendukung sangat kami perlukan dalam menyempurnakan laporan ini .

DAFTAR PUSTAKA

About these ads

4 responses »

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s